Indonesia adalah eksportir batu bara terbesar di dunia. Temukan data, tren, dan peluang investasi di sektor komoditas energi yang masih menjadi tulang punggung ekonomi global.
Data terkini dari Kementerian ESDM, BPS, dan APBI mencerminkan kondisi industri batu bara nasional.
▲ 113% dari target 710 juta ton
Rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah industri batu bara RI.
▲ 15,04% YoY (Q3 2024)
Senilai ~US$30,4 miliar atau setara ≈ Rp500 triliun.
▲ Target DMO 2025 naik 4,05%
Dipatok US$70/ton untuk PLTU PLN sebagai penopang listrik nasional.
▲ Rekor baru menurut IEA
India & China menjadi pendorong utama permintaan global batu bara termal.
Tren produksi, ekspor, dan konsumsi global dalam bentuk grafik interaktif berbasis data riil.
Sumber: Kementerian ESDM RI & APBI
Sumber: BPS & APBI-ICMA
Sumber: IEA Coal Report (perkiraan proyeksi 2025–2027)
Sumber: BPS Ekspor Batu Bara Menurut Negara Tujuan
Distribusi produksi: ekspor, pasar domestik (non-DMO), dan DMO untuk PLN
Perusahaan tambang batu bara terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menjadi pilihan investor institusional maupun ritel.
* Informasi emiten bersifat edukatif. Harga saham dan fundamental berubah sewaktu-waktu. Lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum berinvestasi.
Peta jalan industri batu bara Indonesia di tengah transisi energi global.
DMO naik ke 229,3 juta ton. Harga stabil di kisaran 2024. Permintaan dalam negeri naik didorong PLTU & program 3 juta rumah. Trump effect dorong sentimen pro-coal global.
Pemerintah mendorong gasifikasi dan DME (Dimethyl Ether) dari batu bara. Nilai tambah meningkat. Potensi investasi baru di sektor pengolahan batu bara kalori rendah.
IEA memproyeksikan konsumsi global mencapai ~8,9 miliar ton. China & India terus membutuhkan batu bara termal untuk ketahanan energi nasional mereka.
Target bauran EBT 23%. PLTU coal-based mulai dikurangi secara selektif. Emiten batu bara besar mulai diversifikasi ke nikel, EBT, dan mineral kritis.
China mengimpor lebih dari 500 juta ton batu bara/tahun. Ketergantungan pada batu bara termal masih sangat tinggi untuk pembangkit listrik industri berat.
India terus memperluas kapasitas PLTU-nya. Permintaan batu bara impor India diproyeksikan tumbuh 6–8% per tahun hingga 2030.
Masing-masing menyerap >35 juta ton batu bara RI per tahun. Dua negara ini butuh batu bara kalori tinggi untuk PLTU dan industri baja.
Setiap investasi memiliki dua sisi. Pahami keduanya sebelum mengambil keputusan.
IEA proyeksikan demand global capai rekor 8,9 miliar ton pada 2027. Asia adalah mesin utama konsumsi.
Eksportir #1 dunia dengan cadangan besar. Infrastruktur pelabuhan dan logistik sudah matang.
Gasifikasi, DME, dan coal-to-chemical membuka nilai tambah jauh di atas sekadar ekspor mentah.
Emiten batu bara RI terkenal dengan dividend yield tinggi, terutama ITMG, PTBA, dan BYAN di tahun supercycle.
Administrasi Trump mendorong penggunaan batu bara AS & mendukung mitra dagang. Sentimen positif untuk harga global.
HBA 2025 diperkirakan stagnan di level 2024. Tekanan dari pasokan berlebih beberapa produsen besar.
EBT semakin kompetitif biayanya. Regulasi karbon internasional bisa menekan permintaan jangka panjang.
Royalti progresif, DHE wajib parkir 30%, kenaikan PPN 12% menambah tekanan arus kas perusahaan.
Cuaca ekstrem, bencana tambang, dan keterbatasan infrastruktur daerah terpencil bisa ganggu produksi.
Perlambatan ekonomi China, ketegangan geopolitik, atau resesi global bisa tekan harga dan volume ekspor secara tiba-tiba.
Lakukan riset mendiri, konsultasikan dengan manajer investasi Anda, dan ikuti perkembangan data komoditas secara rutin.
📊 Lihat Data Grafik 🏛️ Eksplorasi Emiten